GUGUR DALAM MENJALANKAN TUGAS NEGARA

GUGUR DALAM MENJALANKAN TUGAS NEGARA

PURBALINGGA- Jenazah Briptu Eko Prayitno (27), anggota Polair Mabes Polri dimakamkan di pemakaman Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, semalam pukul 20.00. Ia tewas setelah mobil yang dikendarai terperosok saat tugas pengejaran imigram gelap di Jl Perwira, Kelurahan Bagan Besar, Dumai, Riau, Selasa (8/1) pukul 02.00 lalu. Jenazah korban sampai di rumah duka pukul 19.00 disambut dengan isak tangis istri dan keluarganya. Setelah disolati, malam itu juga korban dimakamkan secara militer. Upacara dipimpin Komisaris Suharja dari Polres Purbalingga. Jenazah dilepas dengan pedang salvo. Kakak korban, Heri Wibowo mengatakan, pihak keluarga tidak mendapat firasat apapun perihal kematian adiknya. Pihak keluarga dikabari tentang kematian Eko, Selasa (8/1) pukul 05.00 karena kecelakaan. ”Berat menerima kenyataan, tetapi takdir sudah terjadi. Kami berusaha ikhlas melepasnya,” katanya. Ajun Komisaris Besar Agung Hendri dari Direktorat Polair Mabes Polri didampingi komandan kapal KBO Dumai, Polda Riau, Iptu Muhamad Rofik menjelaskan, korban meninggal ketika mobil yang ditumpangi terperosok ke dalam lubang saat berusaha mengejar kendaraan berisi rombongan imigran gelap di Jalan Perwira, Kelurahan Bagan Besar, Dumai, Riau, kemarin malam. ”Malam itu kami melakukan patroli rutin dan menemukan speed boat yang diduga membawa imigran gelap. Namun mereka tidak dapat kami kejar dan mendarat. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan penghadangan di darat,” katanya.
Mobil Avanza BM 1227 RJ yang dikendarai empat polisi dari Polair itu melaju kencang dari ke arah Bukit Timah, Dumai Selatan. Mereka mengejar kendaraan di depannya yang juga berlari cepat. Persis di tikungan tajam Jl Perwira, mobil polisi terpelanting puluhan meter, hingga akhirnya terperosok di lubang. Kami menolong mereka. Satu orang luka parah tak sadarkan diri, tiga lainnya juka luka-luka.
Rombongan imigran gelap sendiri menghilang, melarikan diri ke dalam hutan di sekitar Kelurahan Bagan Besar. Kendaraan yang membawa mereka berhasil ditemukan polisi di depan SPBU Kelrahan Bagan Besar dalam keadaan kosong.
Briptu Eko Prayitno meninggal setelah dirawat di IGD Dr Fikri Taufan, Pekan Baru hari itu juga. Sementara ke tiga angota polisi lainnya kini masih dalam perawatan intesip di RS Umum Dumai.
Briptu Eko Prayitno sendiri meninggalkan seorang istri bernama Nisrina dan anak perempuan berusia tiga tahun bernama Nisa.